"Abang …." Panggil Jesica pada Biyan. Dia harus berusaha membujuk Biyan walaupun Reginald tidak memintanya. Setidaknya dia akan menjadi ibu tiri yang berguna jika berhasil meluluhkan hati Daddy yang tegas ini. "Apa?" jawab Biyan ketus. Dia malas jika panggilan itu akan berakhir ke pembahasan Reginald untuk pergi ke Paris. Reginald lagi, Reginald lagi, kapan membahas bulan madu dan projects membuat anak. "Izinin Reginald!" Jesica merengek manja. Biasanya jika merengek seperti ini, keinginannya akan di kabulkan. "Gak mau!" Biyan tetap menolak. Walau jurus apapun yang di keluarkan Jesica, tidak akan berhasil membujuk hati dan pikirannya untuk berubah. Saat ini masa menstruasi Jesica sudah berakhir, tinggal menunggu masa subur saja. Jesica duduk di pangkuan Biyan yang tengah sibuk di ruang

