"Napa lu cengar-cengir?" Elgio melirik Reginald yang saat ini masuk ke kamarnya. Kamar sepuluh kali tujuh meter ini cukup luas dan bernuansa hitam. Elgio sedang bersiap-siap ke kantor karena dia sudah kesiangan. Sedangkan Reginald sendiri libur karena menunggu untuk daftar ulang dan berkuliah. "Dapet izin dong sama Omah dan Opah." Dia merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menonton Elgio sedang memasangkan dasi. "Izin apa?" Elgio yang sedang menatap kaca pun menoleh. Anak ini sekarang mentang-mentang libur sering mengganggunya. "Izin buat ke Paris, daftar dulu ke kampusnya dan cari tempat tinggal." Reginald berbangga diri. Biarpun sebentar, yang penting ia bisa memastikan keadaan Rimelda. "Wah … lu. Daddy lo gak izinin lo tetep kekeh kesana?" Elgio bertepuk tangan. Dia bangga dengan

