10. Salah Ucap.

1220 Words

Nafas Bara sedikit memburu, langkah lebarnya memasuki rumah, kedua matanya mengedarkan pandang mencari sosok yang ia cari. Itu dia. Safira sedang duduk manis seperti biasa di ruang tengah. Gaun tidur yang terlihat mahal itu membuatnya terkesan elegan dan anggun. Safira mendongak, menyadari kedatangan sang suami. “Bara..” panggil Safira dengan kedua mata yang berbinar. Safira meletakkan tablet yang sedari tadi berada di atas pangkuannya. Safira berdiri dan berjalan mendekat ke arah Bara. “Maksud kamu apa? nyuruh orang kamu buat nemuin Melisa diam-diam? huh?” tanya Bara langsung tanpa basa-basi setelah berada di hadapan Safira. Kedua mata Safira membola, antara terkejut dan sedikit takut. Nada bicara Bara tidak biasanya seketus ini padanya. Datar, tapi benar-benar menyiratkan ketidaksuka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD