Jealously

2150 Words

“Apa? Kenapa sepulang berbelanja yang kau lakukan Cuma menatapku begitu tapi bicara tidak mau?” Dira mengeluh. “I think you heard me before,” ujarku. Pria itu mendesah. “Yes I did! Tapi apa maksudnya itu? aku tidak mengerti kenapa kau menyuruhku keluar begitu saja tanpa memberiku alasan. Tapi dari sekian banyak hal kenapa pula kau malah menyuruhku keluar dengan Nancy?” aku menghela napasku panjang dan membuang pandanganku kearah jendela. Menolak menatap mata Dira yang sepertinya menantikan aku bicara, terlebih membeberkan alasannya. Tapi aku malas. Aku ingin membuktikan asumsiku. “Dia menanyakanmu tadi,” “Hah? aku tidak peduli soal itu. Masa bodo, aku tahu kau marah karena aku sempat mengerjaimu sebelum berbelanja. Tapi apa perlu kau sampai menyuruhku keluar dan memintaku bertemu de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD