Bomb!

2365 Words

Mataku hanya bisa terbelalak tatkala kami bertemu pandang di depan sebuah toko. Aku awalnya tidak bermaksud untuk berada disana, aku hanya mampir didepannya saja untuk membetulkan beberapa belanjaan yang sedang aku tenteng. Tapi siapa sangka aku malah dipertemukan dengan dia. Pemuda yang selama ini aku nantikan kehadirannya. Dan lagi dia berdiri dihadapanku dengan senyum lebar dan tangan yang memberi sebuah gesture sapa ramah khas miliknya. “Hei, Reca!” aku hanya membatu. Terlebih saat pemuda itu tanpa basa-basi langsung berlari mendekatiku dan memeluk tubuhku sedemikian erat. Aku kehilangan kata-kata. “Aku merindukanmu, aku tidak mengira kita bisa bertemu secepat ini,” dia tanpa malu sama sekali tertawa-tawa, bahkan sampai pada memutar tubuhku dalam pelukannya saking senangnya. Setelah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD