Aku Tidak Menyerah

1241 Words

Soleya memeluk putranya sebelum berpisah untuk terakhir kali. “Sebaiknya kau kembali. Keluargamu sudah menunggu. Selama kau disini, kau bisa datang kapan saja.” “Baik, Ibu. Terima kasih.” Alessandro pun menuju peanut itu kembali, berbalik sesaat ke arah sang ibu lalu memberikan senyuman yang besar. “Sampai jumpa, Alessandro.” Ketika Alessandro membuka pintu, cahaya besar memancar disaat yang sama. Sebelum matanya mulai beradaptasi, Alessandro merasakan sebuah tangan hangat memeluknya. Dan itu adalah April. “Alessandro, apa kau baik-baik saja?” “Ya, aku baik-baik saja. Jangan khawatir.” “Aku sangat khawatir, kau ini lama sekali!” Alessandro pikir April sangat berlebihan, karena ia merasa hanya pergi sebentar. “Aku tidak pergi lama, April.” “Apanya yang tidak lama? Kau tidak mun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD