Cassian terbangun ketika mendengar Maya berbincang dengan seseorang. Ia mencari sosok yang Maya ajak bicara, tapi saat itu ia sendirian. Tidak ada siapapun dalam ruangan itu, kecuali Maya. Ia beranjak dari sofa, memungut pakaian dari lantai. Setelah itu, mengenakan celananya. “Kau mengobrol dengan siapa?” Maya berbalik badan. “Dengan saudara laki-lakiku.” Cassian kembali melihat sekilas ke ruangan itu dan memastikan bahwa tidak ada siapapun di ruangan itu. Cassian mengira dirinya salah dengar. “Dengan siapa?” Maya tertawa lalu menunjukkan sebuah kalung yang menggantung di lehernya. Ada batu merah di tengah-tengah itu. “Dengan saudara laki-lakiku. Kalung ini memungkinkan aku berkomunikasi dengannya bahkan saat jarak jauh. Kalung ini diberikan ratu peri beberapa waktu lalu agar

