Ketika Sirius dan April kembali ke desa, Taren berlari dan terengah-engah. “Kalian dari mana saja? Aku mencari kemana-mana.” “Kami baru saja membersihkan desa. Bagaimana keadaan warga?” “Mereka sudah siuman semua dan bertanya tentang kita. Aku rasa lebih baik kita pergi sekarang.” “Ya, kita rasa juga seperti itu. Kita sudah melakukan yang terbaik. Jadi, ayo pergi sekarang!” April melirik desa yang kini terlihat sunyi dan sepi sebab para penduduk tengah beristirahat di penginapan. Dalam keheningan, April berdoa untuk para warga yang telah meninggal agar mereka mendapatkan kedamaian; lalu untuk pada penduduk desa, agar bisa hidup normal lagi. Semoga mereka bisa mengatasi rasa sakit atau setidaknya belajar cara menghadapinya. “Pergilah ambil kuda-kuda itu,” pinta Sirius pada Taren.

