Rumah Duka

2835 Words

Mobil Papa akhirnya sampai di halaman rumah. Keysa, Nanda, Sinta dan Mama sudah siap di ruang tamu. Mereka semua mengenakan baju panjang sopan. Mama menghampiri suaminya. Memberikan wajah datar dan sedikit cemberut. "Ayo langsung saja." Papa mengangguk meyakinkan istrinya. Dari sorot mata Mama pun dia sudah bisa menebak kalau aslinya Mama tidak setuju anaknya dilibatkan. Nanda dan Sinta menyalami Papa. Lalu semuanya masuk ke dalam mobil tersebut. "Buru-buru amat sih, Pa. Kok gak masuk dulu, makan dulu. Mama udah masak enak loh." Mama masih dalam mode cemberut. Menatap suaminya itu dari samping. "Tidak apa. Daripada kemalaman. Kalau bisa nanti kita pulangnya jangan sampai Magrib. Soalnya alur jalan kurang enak." Tidak sepenuhnya jujur sih. Papa hanya tidak ingin berdebat lebih lagi den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD