prasangka

1382 Words

Keysa menggeleng. Dia memejamkan mata. Mulutnya mulai melafalkan doa. Dalam hati Keysa menanggil-manggil nama Cahyo. Kedua tangannya terkepal. Dadanya bergetar. Air matanya kembali mengalir. Hanya gelap yang kini ada di kepalanya. "Mbah ... Tolongin, Cahyo ...." Keysa terisak. Gadis itu menangis lagi. "Kasian Cahyo ...." Keysa terisak dengan menggoyangkan tangan kakeknya. Sementara itu Kakek Adam mengangguk. Kemudian memejamkan matanya. "Saya tahu. Dia juga yang memberi tahu Kakek jalan di mana tadi kamu dibawa pergi." Keysa membiarkan air matanya terus menetes membasahi pipi hingga dagu. Tangannya kembali mengepal. Sebuah siluet gambaran muncul dalam kepalanya. "Kamu lihat itu." Keysa mengangguk setelah mendengar perkataan kakeknya. Dia kini melihat Elena yang meronta-ronta, menco

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD