Angga menguraikan pelukannya. Erangan kecil keluar dari bibirnya saat merasakan perih menjalar pada luka di bahunya. Kesya menyadari itu. Dia mengusap wajahnya yang basah. Kemudian bangkit dari tempatnya dengan susah payah. "Sebentar, Kak. Aku ambilkan lap dan es batu." Kesya berjalan sedikit sempoyongan. Rasa pusing masih mendominasi kepalanya. Kesya beranjak untuk mengambil baskom di dapur rumah Angga. Kemudian menarik gagang pintu kulkas dua pintu untuk mengambil beberapa es batu yang ia masukkan pada baskom plastik. Tidak lupa dengan menuangkan sedikit air dingin. Kepala gadis itu mengedar untuk mencari-cari sebuah kain. Dan menemukannya di atas lemari kaca piring yang tidak terlalu tinggi. Keysa mengambilnya. Kemudian kembali melangkahkan kakinya ke ruang depan. Langkah Keysa sek

