Keysa meletakkan barang bawaannya di meja dapur. Kemudian menenggak rakus es buah buatan mamanya. Kulit wajahnya sudah tampak merah. Keysa bahkan kini berdiri di depan kulkas, sengaja ia buka. Karena memang rumahnya tidak mempunyai pendingin ruangan selain kipas angin rusak. Gadis itu berdiri di sana sekitar sepuluh menit. Jika ketahuan Mama pasti dia sudah diomeli. Selepasnya Keysa masuk kembali ke dalam kamar. Melirik sebentar mamanya yang ternyata tidur di kasur depan TV ruang tengah. Rumah dua lantai dan tidak begitu luas terasa sangat sepi. Penerangannya juga remang-remang dan hanya mengandalkan cahaya dari luar. Memang seperti ini kondisi rumah yang Keysa suka. Sunyi sepi tanpa ada kebisingan. Langkah kakinya mulai menapaki pijakan anak tangga. Dan setelah sampai di depan pintu kama

