Kesya merobohkan kedua kakinya untuk duduk kembali di kursinya. Wajah gadis itu benar-benar pucat pasi. Napas gadis itu pun mendadak tersengal seperti baru berlari mengelilingi lapangan. "Kenapa?" Angga mengernyitkan dahinya. Menatap bingung rupa Keysa yang basah karena keringat. "Roh teman aku. Ada di sana," sahut Keysa menahan napasnya. Dia sama sekali tidak berani untuk menoleh. Sementara itu Angga melotot kaget. Kepalanya dengan refleks mengedar ke segara arah. "Di mana?" tanya Angga jadi tertular panik melihat raut gadis itu. "Tepat di seberang meja kita. Di hadapan seorang pria yang memakai topi hitam." Kesya mengusap wajahnya. Hidupnya benar-benar dibuat tidak tenang. Angga memanjangkan lehernya. Mencari-cari keberadaan orang yang dimaksud Keysa. "Pria yang memakai kemeja biru

