"Uh! Berengsekk itu dua nenek lampir! Kalau aja kakak BEM gak datang, udah aku bikin pitak palanya!" Nanda mengomel- mengomel. Melempar tas selempang cokelat muda polos itu ke atas meja wastafel toilet. Amarahnya masih memuncak. Menatap lurus-lurus pantulan dirinya sendiri di dalam cermin. "Iya! Resek bener. Yessi sialan! Dia jambak rambut aku pakai tenaga dalam. Sakit!" Sinta mengerucutkan bibirnya bersenti-senti. Dia mengusap kepalanya yang pasti terasa nyeri. Ditambah lagi dengan pantulan wajahnya yang menampakkan kondisi rambut sudah menyerupai sarang burung walet. "Kalian sih ...." Keysa menyilangkan tangan di bawah dadaa. Menatap iba kedua sahabatnya yang mulai membetulkan rambut menggunakan sisir. Keysa dibuat tidak enak hati. Ini semua terjadi karena dia. Sampai-sampai kedua tema

