Keysa membasuh wajahnya pada wastafel di kamar mandi apartemen. Meraih handuk kecil kuning langsat persegi panjang, kemudian mengusap pelan bulu-bulu halus di handuk itu pada wajah dan lehernya. Kepala Keysa menoleh menatap layar ponselnya yang menyala dan membunyikan sebuah notifikasi. Kesya meraihnya. Membuka satu pesan yang dikirim oleh Angga. "Lihat TV sekarang!" Keysa mengernyitkan keningnya bingung. Kedua kakinya melangkah dengan sendirinya ke ruang depan. Sepasang mata bulat Keysa mencari-cari letak remote yang sama sekali tidak pernah disentuh selama dia menempati bangunan ini. Setelah menemukan di atas laci, Keysa langsung meraihnya. Menekan tombol power kemudian duduk di sofa abu-abu. Layar televisi mulai menyala. Netra matanya langsung melebar saat layar 40 inci itu menyiark

