Kantor polisi

2591 Words

Angga memakirkan mobilnya di depan sebuah rumah sederhana dengan cat dinding cokelat muda di beberapa bagiannya tampak terkelupas karena lembab. Mereka berdua turun dari mobil setelah mendapat konfirmasi dari Lidya. Kesya membenarkan gulungan rambutnya yang sedikit mengendur dan berantakan. Keduanya kini menunggu di luar pagar yang tingginya hanya sebatas kepala Keysa. Tidak lama, seorang gadis muda dengan pakaian seadanya keluar dari balik pintu. Senyuman tipis terukir di bibirnya saat membukakan pagar. Keysa menyunggingkan senyumannya. Sementara pupil hitam Angga membesar saat melihat rupa gadis itu. "Silakan masuk, Kak?" Keysa mengangguk. Ketiganya pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu yang empuk. "Sebentar, biar aku ambilkan minum." "Eh, tidak usah repot--" Ucapan Keysa mengga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD