Dan entah mengapa, kedua kakinya justru berjalan mendekat menuju kerumunan orang-orang yang memadati jalan. d**a Keysa semakin kembang-kempis mengikis jarak. Dia menyelusup ke dalam sana. Detik itu juga, kedua matanya melebar sempurna. Kerongkongannya seperti ditahan benda tajam. Betapa terkejutnya dia melihat Dania, tetangga apartemennya kini tergeletak di atas aspal panas dengan darah yang menggenang di sana. Persis di depan mobil putih yang bagian depannya tampak penyok. Jantung Keysa seolah pecah dan berhenti berdetak. Sepasang lututnya serasa ditebas. Seluruh tubuhnya bahkan lemas tak bertulang. Bukan hanya tubuh Dania yang dia lihat, melainkan, roh Dania kini melayang di samping tubuhnya sendiri yang sudah tergeletak mengenaskan. Keysa melangkah mundur. Dadanya sesak sekali. Kedu

