"Don, lu bisa siul gak?" Entah ini pertanyaan gak penting ke berapa yang keluar dari mulut Adam. Laki-laki itu memang tidak membiarkan lawan bicaranya mengatup mulut sebentar saja. Tetapi Doni juga terlihat senang. Dia selalu menanggapi pertanyaan-pertanyaan itu. Berbeda dengan Keysa. Mendengar ocehan Adam saja dia lelah. "Tidak bisa, Bang. Belum pernah coba." "Coba tiruin gua." Adam memasukkan dua jari tangannya ke dalam mulut. Yakni ibu jari dan jari telunjuk disatukan ujungnya. Kemudian meniupnya entah bagaimana caranya sampai suara siulan seperti laki-laki menggoda wanita itu keluar dari mulutnya. Buruk sekali. "Coba. Bisa gak?" Doni mengerutkan alis. "Buat apa aku bersiul?" tanyanya seperti tidak mau. "Ya buat goda kunti- kunti di atas puhun." "Tidak mau, Bang. Seram. Itu sanga

