Drama Pagi Hari

1276 Words

“Aduh, aku lupa matiin lampu!” teriakku sambil menepuk kening. “Kayaknya charger juga belum aku masukin tas. Ih, kok bisa lupa semuanya sih!” “Bibik akan mematikan lampu dan mencabut charger nya,” jawab Pak Ayang. Dia duduk di depan sibuk dengan segudang pekerjaan. Hari senin adalah hari malas bagi kebanyakan orang. Salah satunya yaitu aku. Liburan singkat di rumah Eyang Marwa harus berakhir dalam sekejap mata. Semalam beliau pulang terlambat ketika aku sudah terlelap tidur. Ketemu saat subuh dan itupun hanya sebentar karena Pak Ayang mengajakku melihat truk-truk pasir yang mulai berdatangan di lokasi proyek lalu kembali ke Jogja. Aku merasa tidak seperti asisten malah mirip bayi besarnya Bapak soleh. Segala keperluanku dia yang menyiapkan. Dari, camilan sewaktu di mobil, mengemas bara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD