Pak Ayang dan Eyang Wawa belum pulang hingga sore hari. Meskipun begitu aku tidak kesepian karena Bibik sengaja pulang telat untuk menemaniku. Hujan selalu turun saat aku datang ke rumah Eyang. Entah kebetulan karena musimnya atau aku ini pemanggil hujan. Kata, Bibik sudah dua minggu tidak pernah turun hujan hingga sawah di sekitaran desa ini kekurangan air. Jadi, malam ini para petani pasti bahagia karena air langit turun untuk menyegarkan padi nya. “Den Rayan pulang telat, Mbak?” “Iya, Bik. Masih ada urusan yang harus diselesaikan.” “Mbak Mimi mau dimasakin apa?” “Aku sudah bisa masak loh, Bik. Mau coba apa tidak?” “Boleh, Mbak. Pasti telur dadar krispi ya.” “Bibik tau dari mana soal telur dadar?” “Tiap Mas Rayan ke sini pasti cerita sama Eyang kalau Mbak Mimi sudah pintar bikin

