Minggu pagi, aku harus mengeluarkan berbagai jurus rayuan agar Pak Ayang tak datang ke rumah. Cukup sulit karena dia tidak percaya dengan alasan yang aku berikan. Aku mengatakan jika harus menemani Mas Agung belanja keperluan klinik dan membantu menatanya juga. Akhirnya, aku meminta bantuan Papa untuk meyakinkan calon menantunya. Anehnya, beliau hanya mengatakan ‘Mbak Mimi mau pergi sebentar dengan Mas Agung’ langsung dijawab sama Pak Ayang ‘Iya, Om’ semudah itu. “Sudah dapat ijin dari Mas Rayan?” “Yupss, Papa yang beraksi.” “Belum nikah aja posesif sekali. Gimana kalau sudah menikah dan tinggal bareng?” “Yah, sabar-sabar aja, Mas. Kalau mau ajakin aku jalan harus tanya dulu sama pawangnya.” “Lebih mudah minta ijin sama Papa.” “Banget lah, aku aja ngerasa begitu. Pak Ayang banyak at

