23. Misteri Mulai Terkuak

1479 Words

Matahari Antico menembus tirai tebal, tapi cahaya hangatnya tidak bisa mengusir dingin yang menyelimuti kamar Clara. Ia terbangun setelah semalaman hampir tidak tidur. Bayangan wajah Adrian tadi malam, kata-katanya, juga nama-nama di artikel itu terus menghantui pikirannya. Clara duduk di tepi ranjang, mengusap wajah. “Kenapa kamu menutup dirimu rapat-rapat, Adrian… Kenapa kamu lebih memilih membenciku daripada membiarkanku tahu siapa dirimu sebenarnya dan alasanmu memiliki dendam padaku?” Ketukan pelan di pintu membuatnya tersentak. Seorang pelayan perempuan masuk dengan nampan sarapan. “Nyonya, sarapan sudah disiapkan di ruang makan. Tuan Adrian sudah menunggu.” Clara mengerutkan dahi. “Menunggu?” “Ya.” Pelayan itu menunduk, lalu meletakkan gaun sederhana berwarna putih gading di ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD