31. Sebuah Pengakuan

1238 Words

Di meja makan, suasana tak lebih baik. Para pelayan mondar-mandir dalam diam, merasakan hawa tegang dari kedua tuan mereka. Adrian duduk dengan tenang, memotong roti seakan tidak terjadi apa-apa. Clara hanya memandangi piringnya, tak berniat menyentuh makanan. “Kamu pikir mogok makan akan mengubah sesuatu?” suara Adrian datar, tanpa menoleh. Clara tersenyum miris. “Aku hanya tidak suka makan sambil diawasi singa kelaparan.” Adrian menaruh sendoknya, akhirnya menatap Clara. “Singa? Kamu terlalu menyanjungku. Singa tidak punya kesabaran sepertiku.” Clara mendengus. “Kamu menyebut itu kesabaran? Kamu hanya menunda waktu untuk menghancurkan orang lain.” Adrian bersandar di kursinya, wajahnya tetap dingin. “Kamu terlalu berani bicara, Clara. Apa kamu pikir keberanianmu itu membuatmu lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD