Warning. mengandung adegan kekerasan! Plaaakk... tamparan yang begitu kencang itu mengenai pipi Tiffany, sampai menggema keseluruh ruangan. Mata Tiffany memerah marah. Sangat tidak terima ditampar dengan wanita yang tidak ia kenal. Apalagi wanita itu tadi terlihat sangat perhatian pada Hito. Kenapa? dulu Sekar, dan sekarang ada wanita lainnya. Kenapa justru Hito tak pernah jatuh kepelukkannya. "Siapa lo?!" geram Tiffany. Dea yang masih marah tak ingin menjawab. Ia justru berusaha menampar Tiffany lagi. Tapi Tiffany yang sudah sadar dari keterkejutannya mampu menangkis lengan Dea. "Lo jal*ngnya Hito?!" cemoohnya Tiffany kasar. Dea berusaha menarik pergelangan tangannya. "Lo yang bitch... bisa-bisayah lo nyakitin Om kesayangan gue!" pekik Dea. "De... ayok!" ajak Rodhi dengan muka mas

