Bbuuugghh... Satu pukulan menambah babak belur di wajah Hito. Dea meringis takut, belum juga ia sempat merawat luka yang pertama. Kini... luka itu sudah ditambah. Jika Hito masih menanggapi pukulan itu dengan wajah datarnya. Tidak dengan Dea. Gadis itu murka, Ia bahkan menarik kuat tangannya dari peganganan Ikhsan. Ikut memukul pria itu sepenuh jiwanya. Bbbuuugghh... kepalan tangannya mengenai pipi Ikhsan. Ia memang gadis kecil, bahkan untuk menonjok Ikhsan, Dea harus sampai melompat. Tapi bukan berarti pukulannya sama sekali tidak memberikan efek. Ikhsan melotot, melirik ke Dodit seolah minta bantuan. Dodit mengidikkan bahunya tak tahu, toh... ia juga memang ingin sesekali memukul Ikhsan. Tapi kalau lelaki itu mampu di kalahkan oleh gadis imut, bukankah itu jadi penghiburan tersendiri

