Drriitt...drriiit... Ponsel Hito berbunyi, langsung saja ia melihat siapa yang menelpon ia selarut ini?. “Abi...” desisnya seorang diri, tak ingin membuat Abi menunggu lama. Hito langsung berniat menjawab panggilannya. “To... tolong gue, Keke... To, Keke gak ada di rumah, dari tadi gue cari tapi gak ada!” pekik Abi dengan yang nafasnya tersengal. Hito sesaat terdiam, ia tak mampu berkata apapun untuk menenangkan Abi. Ia ingat betul baru beberapa jam yang lalu dirinya bertemu Abi, dan lelaki itu bilang takut jika sampai Dodit tahu jika Abi justru membela Hito. Dan sekarang berita hilangnya anak Abi bagaikan petir yang menyambar gendang telinganya. “Gue bakalan secepatnya menemukan Keke, gue tahu siapa dalang di balik semua ini” putusnya cepat. Ia tak mungkin mengabaikan temannya yang da

