Bab 47

669 Words

Aku terbangun dari tidur, karena gedoran tiada henti dari arah pintu. Beberapa detik setelah kubuka mata, aku termenung, siapa lagi yang datang ke rumah, rasanya aku sudah lelah,tak memiliki tenaga menyambut siapa pun. Kubuang napas, teringat Arya kemarin, apakah dia yang berkujung? Sudah kukatakan tidak ingin dia datang lagi, haruskah aku bersikap lebih kasar dan keras agar dia bisa mendengarkan ucapanku? Menyeret langkah kudatangi pintu, belum sempat mengangkat kepalaku, sebuah tamparan panas mengenai pipiku, seperti sebuah pecutan keras. Aku menatap dengan nanar pada Caroline, yang melihatku dengan mata menyalak penuh kebencian bersama tunangan Brian. Aku tak tau mengapa mereka kemari, apakah telah terjadi sesuatu dengan pertunangan mereka berdua? Apa mereka berpisah? Aneh, ada kesed

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD