Aku kembali ke rumah dan melihat Adri sudah berlaga sibuk di depan beranda, sambil mondar-mandir seolah sedang mengejar sesuatu. Wajahnya nampak masam ketika aku menghampirinya dan segera saja ia mengomel di telingaku. "Kamu kemana saja? Aku mencari kamu kemana-mana, setelah pulang membeli makanan dan kamu tidak ada di rumah? Kamu harusnya bilang kalau mau pergi, agar aku bisa mengantar kamu" keluhnya berkacak pinggang dengan nada jengkel. Aku terdiam sebentar membiarkan keheningan mengisi sekitar. "Aku keluar sebentar, terima kasih sudah menemani Ibuku, sekarang kamu bisa pulang" "Pulang?" ia mengulang dengan tanggung sambil mendesis lirih dan menarik ujung bibirnya. "Kamu pikir aku ini hanya tukang jaga yang bisa kamu perintah kapan aku harus pergi dan kapan aku harus datang. Aku hera

