Langkahku terhenti ketika kulihat siapa yang sedang berdiri di depan rumah dengan kakinya menendang rumput halaman. Aku mengamatinya agak lama, entah kenapa mereka bisa menemukanku padahal aku sudah pergi sejauh itu meninggalkan Jakarta. Ini bukan takdir 'kan atau bagi mereka menemukan seseorang memang adalah hal yang sangat mudah? Lalu bagaimana caranya aku bisa pergi sejauh mungkin dari mereka semua? "Kemeja yang bagus" kata Brian ketika berpaling muka padaku bersama sebuah senyum yang membingkai bibirnya. Aku membalas dengan senyum tipis melihatnya mengenakan kemeja yang kubelikan untuknya sebelum pergi. Aku tidak pernah menduga melihatnya di sini dengan hadiah yang kuberikan. Aku melangkahkan kakiku turun melewati tiga deret anak tangga dan berdiri dalam jarak tak begitu jauh dariny

