Aku terjaga dari tidurku karena mendengar suara ketukan keras di pintu. Dengan sedikit terhuyung aku berjalan meninggalkan kamarku dan melihat ibu sudah berada di ruang tamu sedang berbicara sendiri dan tak memerhatikan keberadaanku ataupu suara yang menggangu sejak tadi. Aku mengintip keluar dari balik jendela yang tertutup kaca gelap dan melihat seorang pria tengah berdiri membelakangi pintu. Kukira itu adalah anak Mbah Singgih, jadi kubuka pintu tanpa rasa ragu, tapi ketika melihat tubuh lelaki itu makin jelas, aku tahu aku berhadapan dengan orang lain yang sedang dan masih kuperjuangkan untuk kulupakan. "Kamu membuka pintu lama sekali" aku tercekat, kedua kakiku terasa kaku. Ada rasa senang, terkejut, takut, tapi juga marah. Semua perasaan rasanya terkurung dalam benakku saat melihat

