Menjelang malam tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Saat itu aku dan ibu sama-sama duduk di ruang tamu yang tak berkursi dengan hanya beralaskan tikar sambil melihat beberapa sisi atap yang nampak bocor meninggalkan bekas air di permukaan lantai dan perlu perbaikan. Aku mempertimbangkannya saat ini dan akan melakukannya segera, setidaknya selama aku masih memiliki tabungan. Ponsel di sampingku berdering, ada puluhan pesan dari Maya dan Brian tapi tak menemukan satu pesan pun dari Adri. Aku mengecek beberapa berita hiburan lewat ponsel untuk mencaritahu perkembangan kasus perceraian mereka. Adri tak muncul di sidang mediasinya, begitupun dengan Adya. Mungkin mereka berdua masih merasa sama-sama berat untuk melepaskan jadi masih memilih merenungkan keputusan berpisah. Aku tak tak merasa

