"Pak Brian, dokter ingin bertemu Bapak sebentar" kata seorang suster ketika melintas masuk ke dalam ruangan. Brian yang sedang berbaring di kursi dengan selimut yang masih menutup tubuhnya terbangun dengan wajah setengah kantuk karena lelah. Aku yang terjaga beberapa jam lalu hanya mengamatinya sebentar. "Saya akan ke sana" ucapnya membuka selimut sambil menegakan badannya. Sebelum suster beranjak makin jauh, aku memanggilnya membuatnya berpaling. "Saya saja yang datang ke sana, apa itu bisa suster?" wanita itu mengamatiku, lalu Brian, begitupun sebaliknya. "Ibu bisa beristirahat di sini sampai dokter melakukan kunjungan" aku menggeleng, karena bagiku aku harus mendengar semua itu dengan telingaku sendiri dan tidak ingin ada penjelasan dari orang lain hanya sekedar untuk menghiburku. "

