Aku terbangun menjelang jam delapan pagi. Waktu yang sudah terlalu terlambat karena acara pagiku pasti sudah on air sejak sejam lalu. Aku meloncat segera dan mengenakan pakaian terburu-buru dan sambil segera beranjak menuju pintu. Ibu duduk di depan menghalangi jalan sambil menahan lenganku. "Alika Ibu lapar!" ia memanggil dengan nada merengek, sambil mendongak menatap mataku. Aku tidak punya waktu untuk mengurus ibu sekarang, hingga aku mengabaikannya dan mencoba bicara agar ia mengerti. "Bu! Alika harus keluar sebentar, aku sibuk harus kerja biar bisa beli makanan" Ibu tampak tak bisa menerima alasanku. "Tapi ibu lapar!" tariknya dengan lebih berkeras seperti seorang anak yang memohon pada Ibunya dan membuat kesabaranku perlahan sedikit menghilang karena pengertiannya yang tidak ada s

