Karena kemarin malam aku tidak bisa datang, Galih menjadwal ulang pertemuan itu untuk besok malamnya lewat sambungan telpon, tapi dengan sebuah syarat bahwa dia setuju untuk mengajakku ke sana kalau ada orang yang mau menemani Ibu di apartemen. Karena tidak memiliki orang lain yang bisa kupercaya selain Maya, maka malam itu sepulang dari mengisi acara sekaligus untuk mempromosikan film, aku meminta Maya menunggu sebentar di apartemenku selama aku pergi dengan Galih. Aku tau Maya ingin tau kemana aku dan pria dari adik ipar Adri itu akan pergi, tapi aku tak memberitahunya untuk banyak alasan tertentu. Di lobi apartemen aku menunggu sambil duduk bersender pada sofa. Tak perlu berganti baju atau merias diri, karena apa yang kukenakan sepulang mengisi acara rasanya masih pantas saja untuk dik

