Kemarin setelah pulang dari rumah Atmadja, aku dan Maya berbincang sebentar mengenai masalah pekerjaan. Dia bilang jika aku baru saja mendapatkan tawaran menjadi bintang tetap di sebuah acara komedi salah satu televisi swasta yang punya waktu tayang hampir tiap malam dan acara live sekali seminggu. Aku menyanggupi tawaran itu karena pekerjaan tersebut tak mengharuskan aku bangun pagi sekali dan syutingnya pun berlangsung siang hingga sore hari saja. Sekarang aku punya waktu senggang di pagi hari untuk menyapa Ibu dan mengurus keperluannya, sebelum berangkat bekerja siang nanti. Aku beranjak menuju kamar tamu yang berada di samping ruang makan. Ketika pintu terbuka, kutemukan kamar tempat ibu berantakan dengan onggokan pakaian memenuhi seluruh lantai. Obat-obatan yang harusnya di minum ib

