Bab 11

2445 Words

Aku datang berkunjung ke rumah Adri untuk kedua kalinya setelah pertemuan kami yang pertama kali di sebuah pub. Aku sengaja tak mengatakan apa-apa padanya dan hanya memberitahu Adya yang merupakan rekan satu arisanku yang kini sudah begitu akrab dan bahkan kadang ia sebuti seperti adik sendiri. Yah, entahlah antara senang atau tidak, aku suka dekat dengan dia dan mendengar semua ceritanya mengenai Adri dan anaknya. Dia terlalu naif, atau terlalu baik aku pun tidak tahu. Aku beranjak memasuki rumah bergaya mediterania berlantai dua bercat dinding putih dengan pilar berukuran besar menumpu atapnya, sementara di sampingya nampak garasi lebar berisi lima buah mobil mewah. Aku bergumam dalam hati, kelihatannya Adri sedang berada di rumah, meski begitu aku tak yakin akan bisa temu muka dengan d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD