bab 2

1006 Words
semenjak pertengkaran yang terjadi dengan maminya membuat Hardi tidak betah berada di rumah karena baginya rumah sudah tidak membuatnya nyaman hingga dia lebih banyak menghabiskan waktu di kantor. di luar perusahan sebuah mobil mewah berhenti dan tidak begitu lama keluar seorang wanita yang tampak anggun bahwa yang seketika menjadi pusat perhatian di lobi perusahaan karena untuk pertama kalinya mereka melihat wanita cantik dan begitu anggun hingga mereka yakin kalau wanita itu bukan dari kalangan sembarangan. wanita itu berjalan begitu anggun bahkan dia tidak mempedulikan ketika dirinya menjadi pusat perhatian di sana, hingga langkah kakinya terhenti di depan meja resepsionis dimana resepsionis begitu terpesona melihat wanita yang kini berdiri di hadapannya. "selama siang, apa pak Hardi berada di kantor" tanya wanita itu dengan sangat sopan. "ada nona, maaf kalau boleh saya tahu apa keperluan Liu anda" jawab resepsionis itu. "saya tunangannya" jawabnya dengan lembut. sontak perkataan itu membuat resepsionis itu terpaku mendengarnya karena selama ini dia tahu bahwa bosnya Sudah memiliki kekasih yang tidak lain sahabatnya sendiri. Niki yang masih berdiri di depan meja resepsionis merasa bingung melihat wanita di hadapannya justru terdiam. "maaf, apa anda bisa mendengar saya?" tanya Niki sambil melambaikan tangannya di hadapan resepsionis yang malahan terpaku saat mendengar pertanyaannya. indah yang tersadar segera tersenyum kikuk karena dirinya malahan melamun, " pak Hardi ada nona di ruangannya" "baik, kalau begitu terimakasih" ucap Niki yang langsung membalik badannya dan melangkah pergi dari sana sedangkan indah yang melihat kepergian wanita yang berhasil membuatnya terpaku masih menatap bingung apalagi saat teringat bahwa wanita itu mengaku sebagai tunangan bosnya sedangkan selama ini dia tahu bahwa bosnya adalah kekasih Keyla sahabatnya. "kalau itu tunangan pak Hardi lalu bagaimana dengan Keyla" gumam indah dengan raut wajah bingung. Niko yang berjalan menuju ruangan Hardi masih memasang wajah di hiasi senyuman karena dia masih tidak menyangka bahwa pria yang selama ini di anggapnya kakak justru yang akan menjadi suaminya. langkah kakinya seketika terhenti di depan pintu ruangan kerja Hardi sejenak dia terdiam sambil menarik napas tentunya untuk menetralkan jantungnya karena untuk pertama kalinya dia kembali bertemu dengan Hardi bukan lagi sebagai teman melainkan tunangannya. Hardi yang berada di ruangannya segera mendongkak kepalanya saat mendengar pintu di buka seketika raut wajahnya dingin dia tunjukan saat melihat ternyata Niki yang datang, Niki yang tidak mengetuk pintu langsung melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Hardi. "untuk apa kamu datang kesini?" tanya Hardi yang langsung menutup berkas di hadapannya. "apa itu pertanyaan yang di tanyakan oleh kamu kepada tunangan kamu?" ucap Niki sambil melangkah ke arah Hardi. "sudah tidak usah membahas itu, aku sedang bertanya untuk apa kamu datang kesini" "aku kangen sama tunangan aku, apa tidak boleh jika aku datang ke kantor kamu" ucap Niki yang tidak memperdulikan wajah dingin yang di perlihatkan Hardi kepadanya. Hardi yang mendengar itu tentunya kesal karena sekarang Niki justru memakai status sebagai tunangannya agar bisa datang ke kantornya dengan seenaknya tentunya dia sangat tidak menyukai hal itu karena kedatangan Niki justru membuat suasana hatinya buruk. Niki langsung menarik kursi di hadapan meja kerja Hardi dan mendudukan dirinya, "apa kamu punya waktu siang ini?" "aku sibuk" "ayolah Hardi berhenti bersikap seperti ini! apa ini cara kamu memperlakukan aku?" tanya Niki yang mulai protes dengan sikap yang dingin dari Hardi. "aku sudah bilang berapa kali kepada kamu jangan berharap lebih dari aku dan kalau kamu tidak menyukai sikap aku lebih baik kamu batalkan pernikahan ini" ucap santai Hardi sambil membenarkan posisi duduknya. Niki langsung membulatkan matanya saat mendengar Hardi melontarkan perkataan itu tentunya dia tidak menyangka bahwa pria di hadapannya akan begitu tega mengatakan hal yang membuatnya hatinya begitu sakit "aku tau kamu tidak mencintai aku tapi kamu tidak bisa meminta aku membatalkan pernikahan ini karena aku sangat mencintai kamu Hardi, mengapa kamu tidak mencoba memahami hal itu! apa karena aku tidak cantik? apa yang kurang dari diri aku katakan supaya kamu bisa mencintai aku?" "apa kamu tau artinya cinta? kamu cantik bahkan untuk seorang wanita kamu sempurna tapi aku tidak mencintai kamu harusnya kamu tahu itu" "karena wanita itu kamu sampai menolak aku seperti ini? apa hebatnya wanita itu katakan pada aku" ucap Niki yang merasa cemburu karena Hardi justru mencintai wanita lain di bandingkan dirinya. Hardi segera memajukan badannya dan melipat kedua tangannya di atas meja yang masih memasang wajah dingin serta tatapan tidak bersahabat yang dia tunjukan kepada Niki,"kamu mau tau apa yang membuat aku mencintai dia karena dia wanita baik dan kamu tidak memiliki itu" "cukup Hardi kamu sudah mempermalukan aku demi wanita itu dan aku tidak terima dengan penghinaan ini" Niki yang mulai tersulut emosi dia segera beranjak dari duduknya. Hardi yang mendengar itu tidak peduli sama sekali karena dia mengatakan apa yang sebenarnya tentunya dia berharap dengan berkata seperti itu bisa membuat Niki mau membatalkan pernikahan itu tapi rupanya dugaannya sangat salah karena Niki justru bereaksi di luar dugaannya. "aku tidak bermaksud mempermalukan kamu nik, harusnya kamu mengerti bahwa aku mengatakan itu karena aku tidak ingin kamu berharap kepada aku karena sampai kapan pun aku tidak akan mencintai kamu" "cukup Hardi aku tidak mau mendengar apa-apa lagi" ucap Niki sambil menutup telinganya tanpa sadar air mata mulai menetes di ujung matanya. Hardi yang melihat itu merasa tidak tega tanpa pikir panjang dia segera beranjak dari duduknya dan melangkah ke arah Niki yang mulai menangis tentunya dia merasa bersalah karena telah membuat Niki menangis. "Nik, maafin aku jujur aku tidak bermaksud menyakiti kamu" ucap Hardi dengan nada penuh penyesalan. "kamu jahat Hardi" lirih Niki di sela tangisan. Hardi yang mendengar itu semakin merasa bersalah karena membuat hati wanita lain menangis tanpa pikir panjang dia menarik tubuh mungil Niki ke dalam pelukannya tentunya dia hanya berniat menenangkan Niki yang menangis. "aku minta maaf tapi jujur tidak ada niat aku melukai perasaan kamu" ucap Hardi yang mencoba menenangkan Niki yang kini menangis dalam pelukannya. Niki yang masih terisak dalam pelukan Hardi hanya dia tanpa menjawab apapun karena hatinya begitu sakit saat pria yang begitu di cintai-Nya mengatakan semua itu tentunya hal itu menjadi cambukan besar baginya karena ternyata Hardi begitu mencintai kekasihnya hingga membuat dirinya begitu patah hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD