bab 4

1076 Words
Setelah kejadian itu El berjanji pada dirinya sendiri untuk mulai menerima kenyataan bahwa apa yang terjadi kepada dirinya dan Hardi adalah yang terbaik. Pagi harinya seperti biasa dia sudah bersiap dengan seragam kerjanya karena dia sudah memutuskan untuk kembali bekerja dan dia sudah tidak mau larut dalam kesedihan atas perpisahan yang terjadi antara dirinya dan Hardi. “Pagi ibu” ucap El yang berjalan ke arah ibunya. “Pagi nak” sahut Bu Rahma dia segera memerhatikan penampilan El yang sudah rapih memakai pakaian kerjanya. ”apa kamu akan kembali bekerja?” “iya Bu, aku akan kembali bekerja apalagi udah beberapa hari ini aku tidak masuk kerja” ucap Keyla menarik kursi di hadapannya dan menundukkan dirinya. “ibu senang dengarnya karena sekarang kamu sudah bisa bangkit lagi dan ibu harap kamu bisa memulai hidup kamu mulai dari hari ini” “Tentu saja Bu, aku sudah tidak ingin larut dalam kesedihan lagi karena aku sadar jika apa yang terjadi antara aku dan mas Hardi sudah menjadi takdir dan aku harus bisa ikhlas menerima itu” Bu Rahma tersenyum mendengarnya tentunya dia sangat bahagia mendengar bahwa El kini bisa bersikap dewasa menghadapi apa yang terjadi dalam hidupnya dan dia berdoa kelak anaknya itu mendapatkan pendamping yang bisa menerima anaknya apa adanya dan menyayanginya hanya itu harapannya. Setelah menyelesaikan sarapannya El segera berpamitan kepada ibunya. Dia pun sampai di depan butik dimana selama ini dia bekerja sejenak di berdiri di depan butik dia menguatkan dirinya sendiri bahwa dia bisa melupakan semuanya dengan berjalannya waktu. El langsung melangkah ke arah butik namun saat bersamaan tidak sengaja seorang wanita menabrak dirinya hingga membuat El terjatuh sedangkan wanita yang tidak sengaja menabrak dirinya dan langsung membantu El saat melihat terjatuh. “maaf aku tidak sengaja, apa ada yang terluka?” tanya wanita itu sambil mengulurkan tangannya kepada El “iya tidak apa-apa, karena saya juga kurang hati- hati” El langsung meraih tangan wanita itu. Niki langsung memerhatikan El karena dia takut bahwa wanita yang tidak sengaja dia tabrak terluka sedangkan El yang sudah berdiri segera merapihkan pakaiannya “apa bener kamu tidak terluka?” Niki kembali memastikannya “tidak saya baik-baik saja” “Sekali lagi saya minta maaf” “tidak apa-apa” “baiklah kalau begitu saya permisi sekali lagi saya minta maaf” ucap Niki yang langsung melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari El karena dirinya harus buru- buru ke butik El yang melihat wanita itu berjalan melewatinya hanya tersenyum karena dia tahu bahwa yang menabraknya bukan wanita dari kalangan biasa namun dia tidak menyangka bahwa masih bertemu dengan wanita yang begitu sopan. "El, kamu kemana aja?” tanya Bu Wike yang tidak lain pemilik butik dimana El bekerja. “Maaf Bu, kalau saya baru bisa masuk bekerja kembali” ucap El yang merasa tidak enak karena dirinya sudah cukup lama bolos bekerja “kamu tidak usah minta maaf, saya bertanya seperti itu karena saya khawatir kalau kamu sakit karena tidak masuk beberapa hari ini” El segera menggakat kepalanya dia mengira bahwa dirinya akan kena teguran dari bosnya itu namun dia tidak menyangka bahwa justru malahan sebaliknya, Wike yang berjalan ke arah El merasa kehilangan selama gadis itu tidak masuk bekerja hingga membuatnya berpikir bahwa El sakit. “apa ibu tidak marah kepada saya?” tanya El sambil melihat ke arah wanita yang kini tepat berdiri di hadapannya “Tentu saja tidak, justru saya akan marah jika kamu meninggalkan saya” sahut Wike sambil tersenyum Walau belum lama ikut bekerja dengannya namun Wike merasa cocok dengan El bahwa mengaggap Keyla seperti putrinya sendiri itu sebabnya tidak mempermasalahkan El yang tidak datang beberapa hari ke butik. El merasa bersyukur karena bisa bekerja dengan Wike karena selama bekerja dengan Wike dirinya tidak merasa seperti karyawan pada umunya karena Wike selalu memerhatikan semua karyawan yang bekerja kepadanya hingga membuat semua yang bekerja di sana getah Akhirnya El mulai dengan pekerjaannya dia kembali sibuk merancang gaun walau terlahir dari keluarga sederhana dirinya bisa berkuliah dengan beasiswa hingga bisa menjadi seperti sekarang. “El, tolong kamu rancang satu gaun untuk salah satu pelanggan kita” pinta Wike. “Saya Bu” ucap El sambil menunjuk kepada dirinya sendiri “iya kamu” “Tapi Bu saya rasa saya belum pantas jika mengerjakan pesanan pelanggan karena saya takut mereka tidak Suka dengan hasil desain yang saya buat” tolak El yang merasa belum berani membuatkan desain untuk pesanan. “Kamu belum mencobanya kenapa kamu sudah berkata seperti itu, ibu tidak mau dengar apapun dan ibu serahkan pesanan untuk gaun pernikahan ini kepada kamu” “Tapi Bu- “sudah kamu mulai kerjakan karena kita hanya punya waktu 1 Minggu saja” potong Wike yang segera melangkah pergi tanpa menunggu jawaban dari El El langsung menghela napas sambil memegang kertas di tangannya tentunya dia tidak percaya bahwa sekarang Bu Wike memberikan tanggung jawab yang begitu besar kepada dirinya. “Semangat El” ucap Tiara yang tidak lain temannya yang bekerja di sana juga “Tapi aku takut jika pelanggan kecewa” El segera menghela napas panjang “kamu jangan patah semangat gitu dong! Aku sangat yakin kalau pelanggan itu pasti akan suka dengan desain yang kamu buat” “tetap saja aku gugup Ra, gimana kalau mereka tidak suka pasti aku akan membuat Bu Wike kecewa sama aku dan aku tidak ingin sampai Bu Wike kena teguran dari pelanggan gara-gara kesalahan aku” “dasar aneh belum juga di coba udah patah semangat” Tiara menggelengkan kepalanya mendengar penuturan El karena dia sangat yakin kalau El bisa menyelesaikan pesanan itu dan membuat pelanggan tercengang dengan hasil desainnya “baiklah akan aku coba” “nah gitu dong!” ucap Tiara yang senang karena El mau mengerjakan pesanan itu. El sebenarnya tidak yakin namun dia akan berusaha melakukan yang terbaik karena dia tidak ingin membuat Bu Wike kecewa dengan kepercayaan yang dia berikan kepadanya. Sore harinya seperti biasa El segera bersiap- siap untuk pulang setelah semua beres dia segera melangkah menuju pintu butik namun seketika langkah kakinya terhenti saat melihat mobil milik Hardi sudah berada di sebarang butik. Tiara yang melihat El terdiam di depan pintu butik merasa heran dengan sikap temannya itu dengan penasaran dia segera berjalan menghampiri El “El” panggil Tiara sambil menepuk bahu El El langsung kaget saat tiba-tiba bahunya di tepuk oleh Tiara hingga dia segera melihat ke arah Tiara yang sudah berdiri di sampingnya sedangkan Tiara merasa bingung dengan tingkah temannya yang tidak seperti biasanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD