#Part4
#18+
Sebelum lanjut, kita kenalin si Rama dulu, ya.__
Rama Prasetyo Putra, nama yang disematkan orang tuaku, sesaat setelah aku terlahir ke dunia. Aku anak tunggal, pewaris usaha property terkemuka yang didirikan orang tuaku.
Sebagai pewaris kerajaan bisnis ternama, aku tumbuh menjadi anak yang sombong, suka menghamburkan duit, dan suka bergonta-ganti pacar. Wanita mana yang tak bertekuk lutut dihadapanku, bahkan kujadikan keset kakipun mereka ikhlas.
Hingga suatu hari.
Aku bertemu dengan gadis bernama Rere Eka Nugraha. Dia perempuan cantik yang pintar dan berprinsip. Kata terakhir yang membuatku akhirnya tergila-gila padanya. Aku satu kampus dengan gadis itu, namun beda Fakultas.
Anehnya, pesonaku tak mengusiknya sedikitpun. Bahkan barang-barang mewah yang kerap kutitipkan padanya, selalu dia kembalikan melalui temanku.
Aku kehabisan akal untuk mendekatinya. Akupun mengajaknya bicara, aku ingin mengatakan kalau aku suka sama dia. Dia mengajukan satu syarat, jika ingin mendekatinya. Dia ingin melihat aku berhasil dari titik nol, bukan karena pengaruh orang tuaku. Meski berat, aku tetap menyanggupinya. Sepertinya aku telah terjerat ranjau cintanya.
Tak sia-sia. Aku menamatkan studiku dengan predikat Cumlaude. Bersih, tanpa pengaruh dari orang tuaku. Rere perlahan luluh dan membuka hatinya untukku. Bukan main senangnya aku, karena aku berhasil memenangkan hati gadis, yang menjadi pujaan banyak lelaki itu.
Kedekatanku dengan Rere kian hari kian mesra. Bahkan saat aku melamarnya, dia tersenyum manis, sembari mengangguk tanda setuju. Sampai hari pernikahan kami, aku merasa jadi laki-laki paling beruntung sedunia.
Rere Eka Nugraha, wanita yang kini jadi istriku itu, telah merubah total seluruh sifat lamaku. Saat menikahinya, aku menjadi sosok lelaki yang setia dan bertanggung jawab.
Kehidupan rumah tangga kami sangat bahagia. Meski kami sama-sama bekerja, setidaknya di malam hari, kami menyempatkan waktu untuk memupuk kemesraan, walau hanya sekedar nge-teh diruang Tv. Bahkan hampir setiap malam, kami mereguk manisnya cinta bersama.
Kabar kehamilan Rere, menjadi pelengkap kebahagiaan kami. Aku sangat bahagia saat tau kalau aku akan jadi seorang Ayah. Begitu juga dengan Rere, istriku.
Masalah kemudian muncul saat kehamilan Rere dinyatakan rentan dan kami dilarang untuk berhubungan intim dalam rentang waktu yang cukup lama.
Keadaan diperparah dengan kondisi ngidam Rere yang terbilang ekstrim. Jangankan untuk memintanya melakukan semi tugas malamnya, tak jarang aku diusirnya dari kamar, karena suatu keadaan yang tak jelas. Kalau sudah begitu, terpaksa aku tidur di sofa depan Tv. Wanita ngidam memang terkadang aneh.
Sialnya, disaat-saat seperti itu, sifat lamaku kumat. Kebiasaan meniduri banyak gadis, selalu melintas dibenakku. Membayangkan syahdunya tubuh wanita, membuatku tak bisa tidur sepanjang malam. Membangunkan Rere, untuk menyalurkan hasrat yang membuncah, dalam kondisi seperti itu, sangat mustahil. Bisa-bisa aku malah disembur dengan muntah.
Pucuk dicinta, ulampun tiba.
Adik kandung Rere, yang bernama Dita datang dari kampung. Dia dikirim mertuaku, tinggal bersama kami untuk melanjutkan studinya. Awalnya aku tak tertarik padanya. Karena terus terang, wajahnya yang biasa saja, sangat jauh dibawah Rere, istriku. Bahkan sedikitpun tak ada kemiripan diantara mereka. Rere mewarisi kecantikan Mamanya yang jelita. Sedangkan Dita lebih mirip Papa, yang berkulit sawo matang.
Hingga malam j*****m itu datang.
Syetan tengah berpesta pora dikepalaku, saat hasrat libido itu datang, dan mendesak untuk disalurkan. Rere yang sedang lemah karena ngidam parah, memaksanya terus-terusan terbaring di tempat tidur. Aku yang kehausan berusaha mencari pelampiasan hasrat yang tak tertahankan. Saat melewati kamar Dita, pintunya sedikit terbuka, dan aku tak sengaja melihat Dita terbaring di ranjang dengan posisi menantang. Roknya yang sedikit tersingkap, memperlihatkan sebagian paha mulusnya. Niat itu tiba-tiba datang, dan terjadilah dosa manis itu.
Diluar dugaanku, ternyata Dita jauh lebih hot di ranjang, dibandingkan Rere. Kami mereguk manisnya dosa itu berkali-kali. Hingga tak sanggup lagi, baru aku kembali ke ruang Tv, tempat dimana aku biasa tidur semenjak kehamilan Rere.
Semalam suntuk aku memikirkan cara, bagaimana caranya agar aku bisa terus menikmati tubuh sintal Dita, tanpa ketauan Rere. Dita ibarat oase ditengah gurun yang gersang. Aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu. Toh, semua kami lakukan saat kakaknya dalam kondisi tak bisa melayaniku.
Hampir dini hari, akhirnya aku tersenyum karena sebuah ide terlintas dibenakku. Sedikit ekstrim, tapi kami akan dapat keuntungan bersama. Rere bisa tidur pulas tanpa diganggu rasa mual. Dan aku bisa leluasa menikmati tubuh Dita, tanpa takut Rere terbangun.
Esoknya, kami melaksanakan ide ekstrim itu, aku memberi Rere pil tidur dengan mengatakan kalau itu vitamin dari Dokter.
Berhasil!
Tak berapa lama, Rere tertidur pulas. Dan kamipun mengulang dosa manis itu ditempat yang kami mau. Di kamar Dita, di ruang tamu, di kamar mandi, bahkan disamping Rere yang sedang tertidur. Kami benar-benar telah jadi b***k Syetan.
Hingga keadaan terburuk yang tak pernah terpikirkan olehku, terjadi. Aku tak menyadari bahwa obat tidur yang setiap malam kuberi pada Rere, mengakibatkan calon bayi kami tak mampu bertahan di rahim Rere. Dia keguguran, dan tak dapat disangkal, penyebabnya adalah aku, ayah bayi itu. Aku sangat terpukul. Berkali-kali aku mengutuk diriku atas kesalahanku.
Tapi rupanya, Syetan belum mau melepaskanku dari cengkramannya. Pesona tubuh Dita selalu menari-nari dikepalaku.
Apalagi Rere masih dalam masa pemulihan. Belum bisa kusentuh hingga waktu yang belum ditentukan. Lagi-lagi cara gila itu kulakukan. Saat Rere terbaring lemah diranjang, aku kembali datang memberikan pil itu padanya.
Dan, pergumulan indah itu kembali terulang.
Maafkan aku, Re!
Aku tak tau, apa reaksimu setelah tau kalau aku adalah lelaki b***k seks, yang telah menyebabkan buah cinta kita tak dapat melihat indahnya dunia.
Dan..
Apakah aku masih pantas menjadi pendamping wanita hebat sepertimu, saat kau tau tentang hubungan terlarang antara suamimu ini dengan Dita adikmu.
~Bersambung dulu ya, teman-teman ?