part 4

1895 Words
lia merenung,pikirannya berkelana walau dengan pandangan fokus ke luar mobil.masa lalu berkeliaran begitu jelas dalam pikirannya luka lama yang belum sembuh kini berlahan kembali mengangga dan menimbulkan luka baru. ya dia aidytama nugraha adalah ayah kandung deva sekaligus adik andra calon suaminya.lia mengesalkan dengan ucapan pepatah tak sesempit daun kelor nyatanya kini hidupnya sama persis dengan daun itu.kenapa harus adik andra kenapa harus dari keluarga kaya raya?!.bukankah laki laki itu pernah mengatakan dari golongan tidak mampu dan tidak mempunyai keluarga?!.lia menghembuskan nafas lelah selelah hati dan pikirannya kali ini. harusnya dia berpikir jauh saat dulu aidy membawanya ke sebuah apartemen mewah dan mengajak dirinya hidup bersama dengan menawarkan sebuah ikatan sakral yang sampai saat ini lia sesali.penyesalan memang selalu datang terlambat,sehubung dengan masalah hidupnya lia bersyukur ada deva hingga dia tidak merasa sendiri. mengingat deva membuatnya takut,bagaimana jika aidy mengambil gadis kecilnya dan memisahkan mereka?! dan detik itu pula lia bertekad akan mempertahankan deva dengan sekuat tenaga. "lia ada apa?" suara bas andra membuyarkan lamunannya.menoleh sebentar dan fokus kembali ke luar. " tidak apa apa pak,hanya kepikiran deva saja" dia tidak mungkin berkata jujur pada sosok pria baik hati di sampingnya itu. "maaf karenaku kalian berjauhan" ujar andra sesal. tak ada sahutan lagi dari lia perempuan muda itu memilih diam dan melanjutkan strategi apa yang harus dia hadapi kedepannya kendati bahwa hidupnya akan tidak baik baik saja ya hidupnya memang sudah tidak baik baik saja semenjak aidy menghilang dari hidupnya. menoleh ke arah andra sedikit lama berharap interaksi keduanya beberapa jam yang lalu tidak menimbulkan kecurigaan di keluarga besarnya.sadar di pandangi andra menoleh dan tersenyum manis ke arah lia sampai dia kembali fokus ke depan. " aku tau kamu ada apa apa.ceritalah aku siap mendengarmu" lia mengeleng."ohya apa kalian saling kenal?" "siapa?" tanya lia seraya memandangi andra lekat."kamu sama aidy."detak jantungnya berpacu makin cepat.beberapa detik yang lalu lia berdoa agar sikap mereka berdua tidak menimbulkan kecurigaan nyatanya kini andra telah mempertanyakannya. " tidak.." jawaban singkat lia membuat dahi andra berkerut.perempuan itu sedikit salah tingkah dan mencoba sekuat tenaga menyembunyikan perasaan gelisahnya. "lia kamu benar tidak kenal aidy?" tanya andra sekali lagi.jelas sekali perempuan di sampingnya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya. "tidak pak.awalnya saya kira teman sekolah saya dulu di SMA tapi pas tau namanya ternyata saya salah orang" andra menganggukkan kepalanya beberapa kali.lia sedikit bernafas lega semoga jawabannya membuat andra percaya.sepertinya dia harus belajar bagaimana caranya menyembunyikan perasaan. "mantan pacar kamu?" ada nada cemburu dari pertanyaan andra kali ini.lia tersenyum tidak seharusnya dia membuat andra menunggu tanpa kepastian laki laki yang telah menerima dirinya dan juga deva dengan tulus. "saya tidak punya mantan karena memang saya tidak pernah punya pacar."jawaban lia membuat andra kembali tersenyum cerah. "pak terima kasih atas semuanya."andra mengangguk lantas mentautkan tangan mereka erat. "maaf sebelumnya apa benar bapak aidy adalah saudara bapak?".. "jelas sekali ya kami gak ada mirip miripnya" andra tergelak pelan. lia mengangguk biarkan apa tanggapan andra yang penting dia tau sebenarnya apa hubungan keduanya andra dan adiknya itu. "sebenarnya aku keponakan mama,waktu kecil aku dan kedua orang tuaku mengalami kecelakaan dan mengakibatkan orang tuaku meninggal di tempat."laju kendaraan yang mereka tumpangi sedikit pelan,mungkin agar andra lebih santai untuk bercerita. "maafkan saya pak bukan maksud.." "tidak apa apa itu sudah takdir dari yang kuasa.boleh aku lanjut?" lia mengangguk. "aku di asuh mama sama papa dan mereka sepakat untuk menjadikan aku anak mereka.karena waktu itu mereka masih belum mempunyai anak dan selang dua tahun aidy lahir" lia menyimak cerita andra dengan seksama.pantas saja wajah mereka tidak ada kemiripan beda dengan aidy dan deyra yang ada banyak kemiripan antara keduanya.sama halnya dengan deva jika mereka bertiga berkumpul deyra aidy dan deva semua orang akan benar benar mengira jika mereka memang ada hubungan darah. " begitu ceritanya.apa ada yang mau kamu tanyakan lagi?" lia mengeleng.jadi tidak ada alasan untuk lia untuk tidak menerima andra sebagai suaminya. "aku pikir kalian saling kenal." ucap andra santai.lia menggigit bibirnya tubuhnya juga mulai menunjukkan reaksi lebih. "ti..tidak pak saya baru ketemu pertama kali sama pak aidy tadi." "bener dia kan ada di singapura selama ini" ucap andra manggut."lia kamu lupa jangan pernah memanggilku bapak aku sudah bukan atasan kamu lagi aku calon suami dan ayah deva jika kamu lupa itu" lia tersipu dan memalingkan wajahnya ke jendela mobil.andra yang melihatnya tertawa pelan dan tangannya semakin mengeratkan pegangan mereka. *** Ada perasaan mengganjal pada lelaki itu.aidy termanggu di jendela kamarnya memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang di jalanan depan rumahnya.setelah 2 jam lalu memperhatikan kendaraan andra yang melesat keluar dari rumah,aidy lebih pendiam dan sifat aslinya menghilang begitu saja. terdengar ketukan pintu,mau tak mau lelaki itu menoleh ke kebelakang dan disana nadia berdiri dengan senyumannya.berjalan anggun ke arah aidy yang kembali mengalihkan pandangannya ke luar kamar.seakan pemandangan di sana lebih asik di lihat ketimbang mamanya itu. "ini sudah hampir 2 jam setelah mama terakhir kali pergi dari kamar ini.apa ada masalah sayang?" tak ingin membuat mamanya curiga aidy mengalihkan pandangannya ke arah sang mama. "Tidak ada apa apa ma,cuma aku kepikiran kalau sudah menikah nanti takut tidak bisa menjadi imam yang baik buat keluargaku nanti" nadia menghembuskan nafasnya pelan dan merengkuh tubuh tegap anaknya itu.setelah cukup beberapa menit nadia melepaskan pelukan mereka dan mengecup kening aidy lembut. "mama tidak tau pasti apa kamu berbohong atau tidak." nadia menjeda ucapannya dan melihat manik mata hitam pekat itu." tapi yang jelas mama pasti doakan kamu yang terbaik." Aidy mengangguk dan memeluk mamanya erat seakan ingin menyalurkan pikirannya yang kalut dan masalah hidupnya yang berat. "Aidy apa dulu kamu mempunyai kekasih?"tanya nadia hati hati.aidy yang mendengar pertanyaan mamanya tersentak kaget.dulu dia terkenal anak baik tanpa perempuan tapi kenyataannya dia memiliki hubungan sakral dengan perempuan cleaning servic di kampusnya dan tentu keluarganya tidak ada yang mengetahuinya. aidy pemegang prinsip no s*x before marriage dan tepat 4 tahun lalu keingin tahuannya sebagai laki laki yang mulai beranjak dewasa aidy telah memilih langkah besar untuk menikahi gadis 16 tahun itu. bukankah itu adalah jalan terbaik untuk menghindari dosa zina? walaupun pada akhirnya takdir telah ikut serta merampas masa depan dan berdampak buruk bagi gadis itu.aidy tidak pernah sekalipun menyangka bahwa takdir jugalah yang telah mempertemukan mereka kembali. "Aidy.."panggil mamanya menyadarkan aidy kembali.aidy tersenyum dan mencium kedua pipi nadia dan terakhir mengecup dahinya. "mama tau kan aku gak pernah punya waktu untuk berpacaran?" nadia mengangguk. "aku sibuk dengan kuliahku dan mama tentu tidak lupa bahwa anakmu ini mengejar target untuk secepatnya lulus sebelum waktunya" lagi lagi nadia mengangguk membenarkan. "jadi artinya aku sama sekali tidak berpacaran.." ucap aidy menampilkan senyum termanisnya.dia memang tidak berbohong 4 tahun lalu setelah beberapa minggu kenal aidy melamar lia dan mereka melanjutkan nikah siri. Dan pernikahan mereka hanya berlangsung beberapa bulan karena aidy berencana untuk melanjutkan kuliahnya di singapura tanpa sepengatahuan lia dan berakhir menghilang di pandangan istri sirinya itu tanpa kabar sekalipun. bohong jika dia baik baik saja saat ini,di mana keadaan yang sudah berubah aidy yang mapan dan akan menikah lagi dengan gadis lain.sebenarnya ada sekelumit rasa bersalah pada mantan istrinya itu tapi rasa khawatir lebih menguasai dirinya.khawatir lia akan menggagalkan rencananya dan yang paling dia khawatirkan akan membeberkan kisah masa lalu mereka yang sangat ingin aidy hindari.apa nanti tanggapan neneknya tanggapan orang tuanya serta keluarga besarnya jika dia bukanlah anak remaja yang baik waktu itu.ciih. setelah kau campakkan perempuan itu kau masih saja mengkhawatirkan harga dirimu dasarr.. "ya sudah mama tidur duluan ya. besok ada banyak kegiatan untukmu."aidy mengerjab lalu mengangguk.mamanya berlalu dan kini tinggallah dirinya sendiri yang kembali memutari pikirannya tentang bagaimana rencana untuk menghadapi mantan istri sirinya nanti.kembali pintu di ketuk aidy mengernyit siapa lagi yang datang ke kamarnya kini. "masuk." aidy sedikit meninggikan volume suaranya agar seorang di depan kamarnya itu tau bahwa dia saat ini tidak ingin di ganggu. belum juga ada tanda tanda pintu terbuka aidy berdecak kesal dan dengan langkah cepat ke arah pintu untuk membukanya.setelah pintu kamarnya terbuka senyum manis gadis pujaannya itu terpangpang jelas di depannya.kekesalannya tiba tiba menguar begitu saja di ganti senyum tulusnya.aidy merengkuh kekasihnya dan membawanya ke dalam setelah melihat sekitar kamarnya untuk memastikan bahwa tidak ada siapa siapa yang melihatnya. "gak bisa tidur.." renggek perempuan itu sambil menenggelamkan wajahnya di d**a aidy.mendengar keluhan perempuan itu aidy kembali tersenyum dan mengecup rambutnya. "tidur di sini aja ya." kekasihnya itu menengadah lalu mengangguk pasti.perempuan berumur 22 tahun itu lantas berjalan dan menaiki tempat tidur aidy yang besar. " kalau di sini aku pasti nyanyak,tempat tidur kamu besar gini." ucap hutara kekasihnya itu.tubuh perempuan itu melihat ke langit langit kamar dan kaki tangannya bergerak aktif seperti kupu kupu.melihat kelakuan kekasihnya itu aidy tertawa renyah dan selanjutnya dia bergabung merebahkan tubuhnya di samping hutara. hutara beringsut memberi ruang untuk aidy dan memiringkan tubuhnya lantas memeluk aidy erat.aidy kembali mengecup rambut perempuan itu dan merengkuhnya dalam pelukan agar kekasihnya nyaman. " jadi cuman karena tempat tidurku yang besar ini?" goda aidy berpura pura kecewa.terdengar tawa pelan di sampingnya itu. "karena ada kamu juga baby.." aidy tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya. "baby kalau nanti kita sudah menikah,kamu mau punya berapa anak?".pertanyaan simpel sebenarnya tapi berefek begitu besar bagi aidy.pertanyaan itu pernah di utarakan dulu oleh lia ketika mereka baru saja menikah. " 4 saja itu cukup.jika bisa setiap 2 tahun kita nambah anak kamu gak usah ikut kb segala' ya dik." lia memukul d**a aidy pelan protes dengan jawaban aidy yang begitu gampang bagi suaminya itu "emang kamu pikir aku kambing apa masak setiap dua tahun mau nambah anak" aidy tertawa dan mengecup seluruh wajah lia gemas. " banyak anak banyak rejeki dik,lagian rumah bakal rame kalo banyak anak anak dan kita bisa melihat perkembangan anak anak kita dalam keadaan masih muda" "iya deh aku nurut,tapi mas janji ya terus dampingi aku sampai tua". aidy terdiam sebentar lalu tersenyum mengangguk. tubuhnya terguncang pelan membuat aidy sekejab kemuadian tersadar dari lamunannya. "eh ya bab.." "kamu ngelamun mikirin apa sih?" aidy kembali memeluk kekasihnya agar perempuan itu tidak menyasari perubahan wajahnya yang menyedihkan. "lagi ngayal eh kamunya ganggu" ucap aidy berbohong.dia tidak mungkin berterus terang pada kekasihnya itu bahwa dia tengah memikirkan perempuan lain. "ayo ngayal apa,jangan aneh aneh ya" " gak aneh cuma ngayal kamu bisa memberiku banyak anak dan rumah kita jadi ramai".tak ada jawaban,aidy tau keterdiaman kekasihnya itu tanda tidak setuju dengan idenya yang menginginkan banyak anak. "jika aku maunya kita punya seorang anak saja gimana? aku gak mau ya tubuh aku berubah gara gara melahirkan banyak anak." sudah dia duga dan aidy bisa apa.aneh saja kekasihnya itu bertanya tapi akhirnya di jawab sendiri. perempuan di pelukannya itu beda jauh dari lia,hutara yang pergaulannya dengan gadis berada dan tentu setiap pertemuannya dengan teman temannya yang di bicarakan tentang fasion body dan perawatan.lia yang hanya kesehariannya hidup dari panti asuhan sekolah dan kerja jadi bagi lia urusan penampilan adalah nomer sekian. aiiish.. kenapa juga dia membandingkan kekasihnya dengan mantannya itu.bukankah dia sudah berjanji menerima hutara apa adanya?.sebenarnya aidy risih dengan penampilan hutara yang kurang sopan dan juga make up yang menurutnya berlebihan. pernah aidy menegur kekasihnya agar sedikit merubah penampilannya untuk lebih baik,dan akhirnya hutara mendiamkannya selama berhari hari dan itu justru membuat aidy resah dan sangat mengkhawatirkan.setelah itu aidy tidak akan menegurnya lagi dan akan menerima kekasihnya apa adanya. "menghayal lagi baby.." suara kekasihnya kembali menyadarkan dirinya.aidy meringis sudah dua kali dia melamun di samping kekasihnya. "iya tidak apa apa satu anak cukup" ucap aidy lesu.hutara yang mendengar jawaban calon suaminya itu tersenyum senang lantas dia mengeratkan pelukannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD