lia membongkar isi lemarinya,tidak ada baju yang bagus hanya kaos kemeja celana serta jaket yang sudah mulai memudar warnanya.tiba tiba anna muncul dengan deva yang kini tengah terlelap di gendongan gadis remaja itu.
"kenapa mbak kok di keluarin semua?".tanya anna bingung.kasur lantai itu kini penuh dengan pakaian yang berserakan.lia masih tetap mengambil baju dan memajang dirinya di cermin guna melihat kelayakan dari pakaian yang di pegangnya.
" Mbak di ajak pak andra makan malam ann.aduh mbak bingung".lia sangat gusar bagaimana mungkin dia akan mendatangi rumah atasannya itu dengan pakaian lusuh.anna tersenyum melihat kegusaran perempuan 20 tahun itu dan menepuk pelan bahunya hingga membuat lia berhenti.
"pake punyaku aja mbak." lia terdiam seakan memikirkan usul anna " Gak usah ann mbak pake adanya aja deh".perlu cukup ekstra untuk merayu lia,perempuan itu sangat menjunjung tinggi sebuah kesederhanaan katanya untuk berhemat.terakhir lia memiliki baju baru waktu melamar pekerjaan di perusahaan milik andra dan itu 3 tahun lalu.
"mana ada makan malam pake kaos sama celana jeans.entar di kira apa kamu mbak"
"eh emang harus gitu ya ann?" anna mengangguk.tidak mungkin di ragukan ucapan anna adalah benar adanya.gadis remaja itu adalah orang berada persamaannya gadis itumenyukai kesederhanaan dan memilih ngontrak karena jarak rumah yang lumayan jauh dari tempat sekolahnya.
"mbak kali ini aja deh nurut sama aku"protes anna gemas.lia hanya cemberut dan mengambil alih deva lalu mengikuti anna masuk ke kamarnya.
"devanya tidurin di kasur mbak" lia mengangguk lalu menidurkan deva dengan pelan.anna kini mulai menelusuri pakaian yang berlipat lalu di ambil dan di cocokkan ke tubuh lia dan terus seperti itu sampai 10 menit kemudian anna dan lia menemukan kecocokan dari salah satu baju anna.lia bersyukur bentuk tubuh dirinya dan anna begitu mirip hanya berbeda sedikit lebih kurus dirinya.
"good.."teriak anna membuat lia tersentak kaget dan si empunya hanya menyengir menampilkan deretan gigi rapinya.lia merasa kikuk dengan pakaian mahal yang kini di tempelkan di tubuh depannya.
"ini pasti mahal ann,gimana kalo entar aku ketemu keluarga kamu" ucap lia kembali gusar.dia hanya takut bagaimana jika nanti dia bertemu dengan keluarga anna dan menyuruhnya melepas pakaian bermerk itu.melihat ketakutan lia anna kembali tertawa.
"emang mbak tau sama keluarga aku?" lia mengeleng dan kembali di sambut tawa oleh gadis remaja di depannya itu.
" ya gak bakal ada kejadian rebut merebut pakaian kalo gitu mbak.udah ah sana ganti baju entar kang masnya datang." goda anna.dengan cepat lia berganti baju di kamar mandi setelah selesai lia keluar sambil berjalan lambat persis pengantin yang tengah malu malu kucing.anna memandangnya takjub perempuan di depannya itu terbiasa memakai kaos panjang dan celana jeans dan sekarang lihatlah betapa cantiknya lia.anna terpaksa menyeret lia agar cepat duduk di kursi belajarnya.
"aiss apalagi ini ann?" protes lia.anna tidak mengubris protesan lia gadis remaja itu sibuk mengolesi make up tipis di wajah cantiknya.
"wooww.." kali ini lia mengernyit dia yakin anna telah membuat wajahnya terlihat menyeramkan.
"coba liat wajah mbak" anna menyodorkan kaca segi empat ke arah lia.perempuan itu mengerjab dan tersenyum melihat maha karya anna yang telah menyulap dirinya sedikit berbeda,make up tipis dan juga warna merah muda pada bibir ranumnya.
"kamu selalu yang terbaik ann.makasih ya" anna mengangguk dan kembali mengambil kerudung pasmina di pintu lemarinya.lia hanya diam ketika anna kembali meleletkan kerudung panjang itu di kepalanya.anna berkacak pinggang melihat hasil karyanya yang sempurna di depannya itu.
"sempurna.." lia tersenyum dan memeluk anna erat.selain keluarga di panti asuhan gadis remaja inilah keluarga satu satunya yang di milikinya di area kontrakannya.semua penghuni kontrakann seakan tidak menyukainya,mereka mengecap dirinya perempuan sial yang telah di tinggal suami dalam keadaan hamil atau juga dirinya hanya perempuan simpanan yang sengaja di tinggal suami.miris bukan hidupnya..
"hey hey mbak jangan menangis dong,mbak akan membuatku sedih jika menghancurkan maha karyaku" ucap anna sedikit bercanda.lia mengerjab menghalau air mata agar tidak jatuh..
"sekali lagi terima kasih ya ann.kamu selalu berada di sampingku setelah apa yang terjadi." anna mengangguk sambil tersenyum tulus.lia adalah motivasinya untuk menjalani hidup,dari kesederhanaannya kebaikannya serta keikhlasan dalam menjalani hidupnya.terdengar suara ketokan pintu di kamar sebelah dengan cepat mereka keluar dan melihat andra sudah berdiri disana.
"hey mas sudah datang?" sapa anna.andra menoleh ke samping di mana lia dan anna berdiri disana.lia kikuk mendapati andra memandanginya tanpa berkedip.anna tertawa pelan kerja kerasnya ternyata berbuah hasil dan tidak sia sia.
"emm pak apa sudah mau berangkat sekarang?" tanya lia mencoba menyadarkan lelaki iu.andra terkesiap dan tersenyum malu.
"oke kita berangkat sekarang." ucap andra dan melangkah mendahului lia. "sebentar,deva kemana lia?".tanya andra sambil celingkukan..
"biar deva aku yang urus mas,kalian cepatlah berangkat ini audah malam." mereka mengangguk."oh sebentar mbak"anna kembali masuk ke kamarnya dan kembali lagi dengan membawa tas kecil menyerahkannya ke lia.
"terima kasih anna,mbak titip deva ya.kalo dia nangis telpon mbak." anna mengangguk lalu andra dan lia beranjak meninggalkan kontrakan.
perjalanan terasa sunyi tak ada yang berniat untuk memulai perbincangan.lia masih tidak percaya diri untuk menemui keluarga andra,berbagai pikiran negatif kini memenuhinya.andra menoleh san tersenyum ke arah lia yang fokus ke jalanan dan pikiran berkelana.
" lia tenangkan dirimu,aku tau kamu gelisah dari tadi karena berpikir tentang tanggapan keluargaku nanti." lia menoleh dan mengerutkan dahinya andra kembali tersenyum sambil fokus menyetir.
"Dari gerak gerikmu sudah aku ketahui,mudah sekali menebakmu".lia semakin salah tingkah benarkah dia sekentara itu.lia menggigit bibir dalamnya merasa gemas dengan dirinya yang tidak begitu lihai dalam menyembunyikan perasaan.
"maafkan saya jika membuat bapak tidak nyaman." ucap lia lirih,wajahnya semakin menunduk semakin merasa malu.
" keluargaku terbuka ke siapapun,jadi kamu tidak usah khawatir oke?" andra mencoba meyakinkan lia agar perempuan itu optimis dan tidak merasa minder.
"kamu ingat sama mas rayyan?" lia mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah andra seraya mengangguk.wajah lia seperti inilah yang membuat andra begitu menyukainya menggemaskan sekali.
"istrinya adalah anak seorang petani dan keluargaku tidak mempermasalahkan asal perempuan itu baik."pikiran lia menerawang dia pernah sekali pertemu dengan sepupu andra itu,rayyan dan istrinya.lia yakin istri rayyan itu sangatlah baik jelas sekali dari raut wajahnya yang teduh dan sikapnya yang menyenangkan.
"juga adikku dia baru saja bertunangan dengan seorang gadis orang tuanya hanya pedagang kecil kecilan di kotanya." lia mengernyit baru mengetahui bahwa andra mempunyai dua orang adik.seakan tau kebingungan lia andra tersenyum yang lia tau bahwa andra hanya mempunyai saudara perempuan deyra si gadis seumuran anna.
"maaf tidak memberi tahukanmu.aku sebenarnya 3 bersaudara dan aku yang tertua" lia mengangguk paham.
"Apakah masih jauh?" tanya lia basa basi.dia hanya tidak tau harus menanggapi dengan apa cerita atasannya sekaligus calon suaminya itu.
"5 menit lagi kita sampai." lia mengangguk lalu kembali sibuk memandangi jalanan di luar kendaraan.
tidak butuh lama mobil yang di tumpangi mereka berhenti di depan pagar.setelah menghidupkan klakson pagar yang menjulang tinggi itu terbuka.lia takjub luar biasa tidak pernah mengira rumah orang tua andra sangat besar.
"selamat malam bang ucup" sapa andra setelah membuka sedikit kaca pintu mobil.yang di sapa tersenyum setelah melihat siapa yang datang.
"Baik den,kabar aden gimana baik juga toh?" tanya pak satpam dengan khas betawinya.
"Alhamdulillah baik juga bang.ya sudah kami ke dalam dulu bang".satpam itu mengangguk sopan lalu andra kembali menjalankan mobilnya dan memarkirnya.kendaraan lain sudah banyak memenuhi tempat parkir di kediaman nugraha,malam ini adalah makan malam rutin yang di adakan disetiap bulannya di mana keluarga besarnya akan berkumpul semua.
andra membukakan pintu mobil untuk lia memberikan senyum terbaik dan meyakinkan bahwa semua akan baik baik saja.setelah memastikan penampilannya rapi lia mencoba meyakinkan dirinya kembali.andra mengulurkan tangannya dan berharap lia bersedia untuk menerima uluran itu.
"saya takut keluarga bapak tidak menyukai saya jika tau bahwa saya adalah karyawan rendahan di kantor bapak.". lia meremas gamisnya rasa gugup dan tidak percaya dirinya kini timbul lembali.andra menghembuskan nafasnya pelan lalu memegang kedua bahu perempuan yang di cintainya itu.
"tidak perlu khawatir,semuanya akan baik baik saja.percayalah!" ucap andra yang di angguli lia.setelah itu andra mengulurkan tangannya lagi berharap kali ini lia akan menerimanya.dengan ragu lia menerimanya karenanini pertama kali mereka bersentuhan tangan.
"aku mohon cobalah berbicara lebih santai,bukan antara atasan dan karyawannya.kamu tau aku risih jika kamu sudah memanggilku bapak aku seperti sudah menjadi bapak bapak tua lia cobalah rubah dengan panggilan selain itu." lia tertawa pelan melihat wajah memelas andra di depannya.lia mengangguk menyetujui permintaan andra.
"baik mas."ucap lia pendek.jawaban lia membuat andra tersenyum bahagia karena panggilan itu yang selalu dia harapkan dan lia memalingkan wajahnya agar rona di pipinya tidak di ketahui andra.setelah itu mereka melangkah masuk ke dalam rumah dengan tangan saling bertautan.
sesampai di dalam keluarga andra menyambut mereka senang menyalami lia bergantian.lia tidak menyangka keluarga besar andra akan hadir semua dan menerimanya dengan tangan terbuka.genggaman tangan andra semakin erat mencoba meyakinkan perempuan itu bahwa semuanya benar benar akan baik baik saja.
"pak eh mas.."panggil lia kikuk.andra yang mendengarnya sedikit tertawa.
"kenapa keluarga mas banyak,apa ada acara?" bisik lia ke arah andra.
"oh aku lupa memberitahumu ya.malam ini tunangan adikku akan datang." lia hanya mengangguk paham.
"sepertinya cucuku yang satu ini tidak mau kalah dari sang adik,ayo kenalkan calonmu ke oma".ucap wanita berumur senja itu.
andra segera membawa lia kehadapan omanya.semua keluarga memperhatikan ikut berbahagia karena ini adalah pertama kalinya andra membawa seorang perempuan ke rumahnya.
"siapa namamu sayang?" tanya oma andra lembut dan lia menyalami wanita paruh baya itu.
"lia nyonya.."
"oh no no jangan memanggilku dengan sebutan itu,panggil saja oma zara kau juga bagian dari keluarga kita "ujar omanya sambil mengelus tangan lia.lia mengangguk patuh masih dengan senyum kikuknya.
"akhirnya si bujang lapuk udah bawa calon, perkenalkan aku deyra.kakak pasti kak lia kan?" gadis di depannya itu mengambil alih tangannya dan menyalaminya sambil mengayun ayunkan tangan mereka.
lia mengangguk sambil tersenyum manis ke arah gadis seumuran anna itu." bujang lapuk?" ucap andra tak terima.semua keluarganya tertawa dan deyra hanya menyengir lalu meleletkan lidahnya dan bersiap lari sebelum andra kakaknya itu menyerangnya tanpa ampun.
"awas kamu ya."
tepukan halus di lengannya membuat lia tersadar.ibu nadia memeluknya dan tersenyum hangat."kamu akan terbiasa dengan kelakuan mereka.dan terima kasih sudah bersedia datang nak" lia mengangguk.sudah tak terhitung berapa kali dia mengangguk dari tadi.
"ayo kita ke ruang makan semua sudah ada di sana" lia mengedarkan pandangannya,benar saja hanya tinggal mereka berdua yang masih setia berdiri di ruang keluarga.
sesampai di sana keluarga besar andra sudah memenuhi ruangan duduk di kursi makan yang telah di siapkan.andra dan deyra masih saja bergelut seakan mereka lupa akan dirinya yang kini berdiri kaku tidak tau harus bagaimana.
berada di tengah tengah keluarga andra lia merasa aneh.mungkin karena tidak mempunyai keluarga kecuali keluarganya di panti asuhan.ahh jadi merindu dengan ibu panti dan juga adik adiknya yang sudah lama tidak dia kunjungi.
tarikan di pergelangan tangannya menyadarkan dirinya entah sudah berapa lama dia berdiri melamun.andra kini sudah berdiri di sampingnya dan menuntunnya untuk duduk di kursi.
"maaf ya tadi di tinggal aku harus memberi pelajaran untuk adikku yang nakal itu" ucap andra sambil menunjuk deyra dengan daguya.yang di tunjuk hanya menyenggir.
"tidak apa apa mas"
meskipun terasa aneh lia mensyukuri itu,dia bisa merasakan berada di tengah tengah keluarga yang luar biasa.oma andra mempunyai 4 anak dan tentu setiap anak telah memberinya cucu.
"arsil ayo bimbing doanya sayang" ucap oma andra kepadaanqk kecil yang duduk di sebelah kirinya itu.
"ibu tunggu sebentar saja dia akan datang sebentar lagi" ucap ayah andra sopan.
"iya ibu tunggu anak itu,katanya sudah hampir sampai" sambung tante andra.wanita itu adalah adik kedua ayah andra,berpenampilan rapi dan yang lia tau bahwa tantenya itu adalah dokter spikolog.
"dasar tuh anak ya di rayain orangnya ngilang"gerutu oma zara.
betapa bahagianya oma zara mempunyai anak anak yang sudah sukses dan rata rata bergelar dokter semua.cucu cucu yang juga mempunyai perusahan sendiri dan bisnis yang berkembang pesat.
terdengar suara kendaraan di halaman depan ibu andra beranjak untuk menjemput adik andra dan juga tunangannya.
"adikmu mas?" andra mengangguk.suara langkah kaki terdengar semakin dekat semua yang ada di ruangan itu menoleh serentak kecuali lia yang masih setia sibuk sendiri.
"selamat malam semuanya,maaf telah membyat kalian menunggu"
lia tersentak suara itu mengingatkan dirinya dengan seseorang.mungkin karena terlalu memikirkannya lia berhalunasi mendengarnya.oma zara berdiri lantas menghampiri cucunya.lia mencoba menoleh ingin tau rupa pemilik suara itu.
pandangannya berkabut lia dan orang itu sama sama terkejut.tidak pernah menyangka akan bertatapan kembali setelah sekian lama tak bertemu.runtuh sudah hati baja milik perempuan berkerudung biru tosca itu dan sekuat tenaga menahan air mata serta dirinya agar tidak berlari untuk berhambur dalam pelukan yang nyatanya dia rindu.kenyataan memang tak sesuai harapan.kesadarannya terpaksa terkumpul dan seketika di hempaskan lagi kedalam gubangan sakit ketika ibu andra memperkanal perempuan di samping laki laki itu sebagai calon istrinya.
"kenalkan semuanya namanya kimito hutara dia adalah calon istri aidy"
Degg!!
tolong sadarkan dirinya bahwa laki laki yang berdiri dengan jarak dua meter darinya itu bukan aidy ayah kandung deva putri kecilnya.
sumenep,01 april 2022