Sayup-sayup Clarissa mendengar isak tangis dari kamar putranya. Perlahan ia mendekati pintu kamar lalu membukanya. Jack tampakmenangis di atas tempat tidur sambil memeluk kakinya. Beberapa menit lalu setelah makan malam selesai putranya tampak baik-baik saja. “Jack mama boleh masuk?” tanya Clarissa membuat putranya langsung berbaring dan menarik selimut untuk menutupi seluruh badannya. Clarissa masuk walau belum mendapat izin. Ia duduk di sisi tempat tidur sembari mengusap kepala putranya. “Kamu kenapa nangis?” Tidak ada jawaban dari Jack. Isakannya sudah mereda, tapi Clarissa tahu kalau putranya sedang menahan tangisan. “Mama gak suka kamu diem kayak gitu. Cerita sama mama kamu kenapa?” bujuk Clarissa. Perlahan Jack menyembulkan kepalanya dari balik selimut. Mata yang sembab ditamba

