Pernikahan pertama adalah yang terburuk bagi Clarissa. Mimpinya memiliki pernikahan idaman dengan orang yang dicintainya harus pupus tujuh tahun lalu. Kini pernikahan keduanya tampak hampir sama, tapi setidaknya ia bahagia walau tanpa restu orang tua Jack. “Apa kita tidak berdosa?” gumam Clarissa setelah acara selesai. Lampu di kamar pengantin yang redup membuat suasana semakin mendukung kalau saja mereka ingin bermesraan. Kelopak mawar merah berbentuk hati kini sudah menyebar hingga jatuh ke lantai. Clarissa dengan gaun putihnya duduk di atas tempat tidur menatap Jack yang sedang menanggalkan jas dan melonggarkan dasi kupu-kupu yang menjerat lehernya. Tatapan Jack teralihkan pada Clarissa. Wanita cantik yang mencuri hatinya selama bertahun-tahun tampak gusar meremas gaun pengantinnya.

