TIga puluh Dua

2910 Words

Pesan yang Oji kirimkan pada Freya beberapa saat lalu, baru saja mendapat balasan. [Di kantor. Datang aja ke sini] Oji mengangguk. Dia mengirim stiker OK dengan jempol merah yang bengkak. Oji bukan sedang mencari kesempatan dalam kesempitan. Dia hanya ingin membantu mengobati luka hati yang mungkin saja membuat Freya ingin mengakhiri hidup. 30 menit dia habiskan di jalan mengendarai kuda besi. Setelah motor terparkir dengan baik. Dia meletakkan helm. Kemudian berlari menuju lift.  “Ting” Suara lift berdenting menandakan siap untuk naik.  Oji menautkan jari jemari dan membuatnya berbunyi. Reketek. Bukan karena pegal. Tapi karena tidak sabar ingin segera bertemu Freya, melihat wajah cantik itu berubah sendu seperti kemarin saat Freya mengangkat kain tinggi-tinggi berlari tanpa alas kaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD