Aksa dan Freya masih merasakan hangatnya pelukan. Dia tidak menghiraukan keberadaan orang-orang di sana. Namun, tiba-tiba saja pintu terbuka dengan lebar. “Maaf saya telat.” Annisa tergopoh mendekat ke arah Aksa dan Freya. Perlahan Aksa dan Freya mengurai pelukannya hingga terlepas satu sama lain. Aksa merasa pernah mengenal suara itu, dia segera mencari sumber suara. “Gimana?” tanya Annisa pada dua orang perawat yang masih setia berdiri tak jauh dari ranjang Aksa. Oji meringis, seolah dia ikut tersayat dengan apa yang dirasakan Freya. “Selamat siang Pak Aksa,” ucap Annisa. Aksa terperangah. “Annisa?” gumamnya pelan. Annisa terdiam menatap Aksa. Inilah mimpi buruk yang Freya maksud. Apa Aksa akan mengingkari janjinya dan lebih memilih cinta pertamanya? Perlahan Freya mundur, na

