Tiga puluh

2317 Words

Jantung Aksa berdebar hebat, peluh terus membasahi kening dan seluruh tubuhnya. Perlahan matanya terbuka. Namun, sedetik kemudian dia terperanjat, hingga napasnya terengah-engah. Nayna terkejut, tapi dia juga merasa aneh saat melihat kakaknya terbangun dalam keadaan panik seperti itu. “Abang nggak apa-apa?” Aksa tak menjawab pertanyaan Nayna. Dia benar-benar bingung dengan apa yang dia rasakan. Apa itu karena Aksa tidur terlalu lama?  Kemudian Aksa mencoba duduk. “Nayna, panggil suster!” Dengan suara serak dan terbatuk. Aksa menarik napas mencoba mengulangi perintahnya karena Nayna malah terlihat bingung. “Nayna panggil suster, sekarang!” teriak Aksa.  “I-iya.” Nayna berlari keluar. Namun, tubuhnya tak sengaja menabrak Suster yang masuk hendak mengontrol kondisi Aksa. “Maaf Suster, aba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD