Dua puluh Sembilan

1917 Words

Napas Aksa terengah-engah. Peluh membasahi keningnya. Apa yang baru saja dia mimpikan tampak seperti nyata.  Aksa mencari saklar dan menyalakan lampu. Waktu menunjukkan pukul satu malam. Dia duduk di tepi ranjang. Apa arti dari mimpinya barusan? Dia melihat Freya menikah dengan Nino di tepi jurang.  Aksa mendengkus. “Bego, ya udah pasti jatuh tersungkur.” Aksa masih mengomentari mimpinya. Beruntung itu hanya mimpi. Meski berhasil membuat jantungnya lelah, pasalnya dia melihat Freya jatuh ke jurang.  Aksa bangkit dan mengambil laptop, dia akan mencoba mengingat password apa yang pernah dia buat hingga berhasil mengunci ingatannya. Aksa memasukan tanggal lahirnya. Namun, nihil. Sesaat kemudian dia teringat, jika Freya pernah menjadi orang yang istimewa di hatinya. Tentu ini tidak akan me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD