Freya berdiri di atas jembatan yang posisinya melengkung. Dia menatap jauh ke bawah yang air mengalir dengan derasnya. “Kamu kenapa ajak aku ke sini?” “Di sini tenang, Fey.” Pohon memberi teduh pada tempat Freya berdiri. “Kamu nggak tahu, ‘kan. Aku pernah berdiri di atas sini.” “Kamu mau loncat?” “Iya. Saat aku merasa aku tak bisa menggenggam duniaku.” Freya menarik napas. “Kayaknya jangan pernah deh kita berpikir untuk menggenggam dunia.” “Kenapa?” Nino menoleh cepat. “Karena isinya hanya kecewa,” dengkus Freya. “Sudahlah mending kita jalani semua yang ada di depan mata. Aku tidak akan berharap lagi untuk bisa menggenggam dunia.” “Jangan gitu, Fey.” Freya menarik napas. “Ingin menggenggam dunia hanya akan membuat kita rakus dan tidak bisa bersyukur, No.” Nino berbalik dan membel

