Dua puluh Enam

2348 Words

Ada Sesuatu yang harus Freya selesaikan di kantor. Dia tidak tahu apa yang sedang Aksa lakukan saat jauh darinya. Tapi hatinya merindukan saat bersama Aksa.  Dia masih sibuk dengan beberapa dokumen yang harus di tanda tanganinya. Mengecek data pengeluaran dan pemasukan.  Tiba-tiba ponsel berdering. Dia memiringkan wajah menjepit ponsel dengan pipi dan bahunya. “Halo.” [Hai sayang] Freya mengernyit. “Ada apa?” tanyanya ragu berusaha mengenali pemilik suara itu.  [Kamu masih sibuk?] “Iya.” [Jam berapa kamu beres?] “Jam--” Freya melihat arloji di pergelangan tangannya. “lima. Kenapa?” [Aku udah di depan kantor kamu, sekarang aku ke atas ya.] “Tunggu! Kamu siapa?” [Masa kamu lupa?] Pria itu sudah berdiri di depan pintu dan membukanya “Surprise” Freya terperangah. “Kamu?” Dia meleta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD