Behind The Scene With Arrogant Chef | 9

2744 Words

*** Arfa membuang kertas yang Manda tempelkan di pintu kulkas setelah ia membaca pesan singkat yang perempuan itu tinggalkan di sana. "Pulang aja!!! Sekalian nggak usah balik lagi," kesalnya. Andai Manda melihat tingkah aneh Arfa, ia pasti akan menertawakan lelaki itu secara diam-diam. Usai marah-marah tidak jelas, Arfa meninggalkan apartemen pada pukul setengah delapan. Ia harus bekerja. Mobil mewah Arfa membelah jalan raya dengan kecepatan di atas rata-rata. Sepertinya Arfa memang sedang kesal. Masalahnya Manda pergi begitu saja tanpa berpamitan secara langsung padanya. Bagai seorang pencuri saja. Tapi memangnya itu perlu??? Manda hanya pembantunya saja, bukan kekasihnya. Arfa menggelengkan kepalanya, bagaimanapun juga ia harus merencanakan sesuatu agar Manda tinggal di apartemennya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD